Kalau dengar kata “remaja”, biasanya yang terbayang apa? Nongkrong, musik, cinta-cintaan, kadang juga salah jalan. Tapi bagaimana dengan masa remaja Nabi Muhammad ﷺ? Beliau justru menjadi contoh anak muda yang bersih, jujur, dan penuh tanggung jawab. Inilah yang membuat beliau dijuluki Al-Amīn, orang yang terpercaya.
Masa Muda Nabi Muhammad ﷺ
Sejak kecil Nabi ﷺ terbiasa hidup sederhana. Saat remaja, beliau menggembalakan kambing. Hampir semua nabi pernah menggembala, karena pekerjaan ini melatih:
-
Kesabaran
-
Kepemimpinan
-
Kasih sayang terhadap makhluk lemah
Selain itu, Nabi juga ikut berdagang. Awalnya membantu pamannya Abu Thalib, lalu membawa dagangan ke Syam. Dengan sifat jujur dan amanah, beliau dipercaya masyarakat Quraisy.
Allah Menjaga Nabi dari Maksiat
Meskipun hidup di lingkungan jahiliyah, Allah menjaga Nabi dari perbuatan dosa.
Para pemuda Quraisy sibuk dengan pesta, khamar, dan berhala. Namun Nabi ﷺ tidak pernah terlibat. Dalam riwayat, beliau dua kali ingin melihat hiburan pemuda Makkah, tetapi Allah membuat beliau tertidur sebelum ikut serta.
Ini bukti bahwa sejak muda, Allah memelihara Nabi agar tetap suci, siap menerima wahyu.
Kejujuran Nabi dan Julukan Al-Amīn
Kejujuran Nabi ﷺ menonjol sejak muda. Karena itulah beliau dijuluki Al-Amīn.
Salah satu bukti nyata adalah peristiwa Hajar Aswad. Saat Quraisy berselisih tentang siapa yang berhak meletakkannya, hampir terjadi pertumpahan darah. Akhirnya, mereka sepakat siapa pun yang pertama masuk Masjidil Haram akan jadi penengah. Yang pertama masuk adalah Muhammad ﷺ.
Mereka berkata: “Ini Al-Amīn, kami ridha dengannya.”
Beliau lalu menyelesaikan sengketa dengan bijak: meletakkan Hajar Aswad di kain, lalu tiap pemimpin kabilah memegang ujungnya bersama-sama. Setelah sampai, beliau sendiri yang meletakkannya. Dengan cara ini, konflik besar berhasil dihindari.
Hikmah dari Masa Remaja Nabi ﷺ
Beberapa pelajaran berharga dari masa muda beliau:
-
Pekerjaan sederhana penuh makna. Menggembala kambing melatih kesabaran dan kepemimpinan.
-
Kejujuran lebih berharga dari modal. Nabi berdagang tanpa modal besar, tapi dipercaya semua orang.
-
Allah menjaga pemuda yang menjaga diri. Menjauhi maksiat akan membuat kita terjaga dari keburukan.
-
Pemuda punya potensi besar. Nabi menjadi teladan bahwa anak muda bisa jadi cahaya kebaikan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Masa Remaja Nabi Muhammad ﷺ
1. Apa pekerjaan Nabi Muhammad ﷺ saat remaja?
Beliau menggembalakan kambing dan membantu pamannya berdagang.
2. Kenapa Nabi diberi julukan Al-Amīn?
Karena beliau sangat jujur, amanah, dan dipercaya semua orang, bahkan musuhnya.
3. Bagaimana Allah menjaga Nabi dari maksiat?
Ketika beliau hampir ikut hiburan pemuda Quraisy, Allah membuat beliau tertidur, sehingga terhindar dari perbuatan sia-sia.
4. Apa hikmah masa remaja Nabi bagi generasi muda?
Bahwa pemuda bisa keren tanpa maksiat, dengan kejujuran, amanah, dan kontribusi positif di masyarakat.
Refleksi
Teman-teman, masa muda itu ibarat fondasi. Kalau rapuh, bangunan gampang roboh. Kalau kuat, maka kokoh sampai akhir. Nabi ﷺ memberi teladan: remaja bisa tetap keren tanpa maksiat—keren karena jujur, amanah, dan penuh makna.
Jadi kalau ada yang bilang “anak muda wajar nakal dulu, tobat belakangan”—ingatlah Nabi Muhammad ﷺ. Beliau menunjukkan bahwa masa muda bisa dijalani dengan bersih, dan dari situlah lahir pemimpin besar dunia.
Di artikel berikutnya, kita akan membahas fase berikutnya: pernikahan dengan Khadijah radhiyallāhu ‘anha dan kehidupan rumah tangga beliau.
Referensi:
Ar-Rkhiqul Makhtum
Al-Fushul fi Sirotir Rasul
Ditulis oleh: Ahmad Anshori
Artikel: Remajaislam.com