Sunday, August 31, 2025
  • Rumaysho.com
  • Donasi Dakwah & Anak Asuh
  • Pondok Darus Sholihin
https://darushsholihin.com/6474-unit-pengumpulan-zakat-pondok-pesantren-darush-sholihin.html
  • Home
  • ISLAM DASAR
    • Aqidah
    • Jalanku
    • Fiqih Remaja
    • Menata Hati
    • Akhlaq Mulia
    • Pojok Muslimah
    • Kisah Teladan
    • Amalan
    • Nasehat
  • GAYA MUDA
    • Cinta
    • Pra Nikah
  • DUNIA MUDA
    • Tips
    • Iptek
    • Dunia Islam
    • Hidayah Kamu
    • Resensi
  • BUKU TAMU
No Result
View All Result
  • Home
  • ISLAM DASAR
    • Aqidah
    • Jalanku
    • Fiqih Remaja
    • Menata Hati
    • Akhlaq Mulia
    • Pojok Muslimah
    • Kisah Teladan
    • Amalan
    • Nasehat
  • GAYA MUDA
    • Cinta
    • Pra Nikah
  • DUNIA MUDA
    • Tips
    • Iptek
    • Dunia Islam
    • Hidayah Kamu
    • Resensi
  • BUKU TAMU
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fiqih Remaja

Mandi Seusai Masa Haidh

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc oleh Muhammad Abduh Tuasikal, MSc
21/05/2010
in Fiqih Remaja
18
754
SHARES
3.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Wahai Saudariku…..

Kita telah mengetahui bahwa wanita tidaklah akan terlepas dari haidh. Hal itu merupakan suatu yang telah Allah tetapkan.

Cek Artikel Lainnya

Qashar Shalat, Harus 80 Kilometer Dulu Baru Bisa?

Zakat Untuk Penuntut Ilmu, Apakah Mereka Berhak Menerimanya?

Hutang Emas, Harga Dulu atau Sekarang, Bro?

 

هَذَا شَيْءٌ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَى بَنَاتِ آدَمَ

“Inilah yang telah Allah tetapkan kepada anak-anak wanita keturunan Adam”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, juga suatu kenikmatan yang telah Allah berikan karena keberadaan haid merupakan suatu tanda bagi wanita adanya kemampuan mempunyai keturunan. Dengan demikian, maka wajiblah bagi kita mengetahui hukum yang berkenaan dangan haidh. Diantara salah satu hukum seputar haidh yaitu mandi wajib. Dimana hal itu sangat berpengaruh terhadap sah tidaknya shalat seorang mslimah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِي الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي وَصَلِّيْp

“Jika telah tiba masa haidmu maka tinggalkan shalat, dan bila selesai masa haidmu maka mandilah kemudian shalatlah.” (HR. Bukhari)

 

Saudariku….

Sepatutnya kita bersyukur kepada Allah Rabb yang telah menyempurnakan agama ini.

اَليومَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ  نعْمَتِى وَرَضِيْتُ لَكُمُ الإسْلاَمَ دِيْنًا

“Hari ini, telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridoi islam itu sebagai agamamu” (QS. Al-Maidah: 3)

Dimana kesempurnaan ini meliputi segalanya bahkan dalam hal mandi. Syariat islam tidaklah hanya mewajibkan mandi suci bagi wanita setelah selesai haid. Akan tetapi juga mengajarkan tata cara mandi sesuai masa haid. Di mana mandi ini sama seperti halnya mandi janabah, yaitu:

Pertama: Membaca basmalah, dengan niat menghilangkan hadast besar melalui mandi. Selanjutnya membasuh dua telapak tangan tiga kali;

Kedua: Setelah itu beristinja dan membersihkan segala kotoran yang terdapat pada kemaluan;

Ketiga: Berwudhu seperti hendak akan shalat;

Berwudhu ketika mandi ada dua cara yang pertama berwudhu seperti halnya akan shalat dan kedua berwudhu seperti halnya akan shalat tetapi tanpa membasuh kaki, kakinya dibasuh terakhir.

Keempat: Membasuh kepala dan telinga sebanyak tiga kali;

Kelima: Selanjutnya menyiramkan air ke seluruh tubuh. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha,

“Apabila Rashulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hendak mandi janabah beliau memulai dengan membasuh kedua telapak tangan sebelum beliau memasukkannya ke dalam bejana. Kemudian beliau membasuh kemaluan dan berwudhu sebagaimana hendak melaksanakan sholat. Lalu beliau menyela-nyela rambutnya dengan air. Seelah itu, beliau menyiram kepalanya tiga kali dan menyiramkan air ke seluruh tubuhnya.” (HR. Imam At Tirmidzi, dan beliau menshahihkannya).

 

Ketika mandi sesuai masa haidh seorang wanita disunnahkan agar membawa kapas atau potongan kain unutk mengusap tempat keluarnya darah guna menghilangkan sisa-sisanya. Selain itu, disunnahkan mengusap bekas darah dengan minyak ja’faran, atau parfum lainnya atau sabun. Apabila tidak mendapatkan parfum atau sabun, maka air saja sudah cukup, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

Dari Aisyah radiyallahu’anhaa, bahwa Asma’ pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam perihal mandi haidh. Maka jawab Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam, “Hendaklah seorang di antara kamu mengambil air beserta daun bidara, lalu hendaklah ia bercuci dengan sempurna, kemudian tuangkanlah air ke atas kepalanya, lalu gosoklah kepalanya dengan sungguh-sungguh hingga rata, kemudian tuangkanlah (lagi) air ke atas kepalanya, kemudian ambilah sepotong kain atau kapas maka dengan demikian ia menjadi suci.” Kemudian Asma’ bertanya, “ (Wahai Rasulullah) bagaimana ia dianggap sudah suci dengan cara itu?” Maka, jawab Beliau, “Subhanallah….dengan cara itu ia sudah menjadi suci. Kemudian Aisyah berkata, (sambil membisikkan) “(Hai Asma’), kamu harus memperhatikan (menjelajahi) bekas darah.” Kemudian Asma’ bertanya kepada Beliau perihal mandi janabat, maka jawab Beliau. “Hendaklah si perempuan itu mengambil air lalu bersuci dengan baik atau dengan sempurna, kemudian tuangkanlah (air) ke atas kepalanya, lalu gosoklah kepalanya sampai rata, kemudian tuangkanlah air ke atasnya.” (Shahih: Mkhtashar Muslim no: 172, Muslim I: 261 no: 61 dann 332)

Dalam hadits di atas juga secara tidak langsung menunjukkan bahwa ketika wanita mandi karena haidh, hendaklah membuka kepang rambut kepala. Karena dalam hadits tersebut disebutkan, “Kemudian tuangkanlah air ke atas kepalanya, lalu gosoklah kepalanya dengan keras (sungguh-sungguh) hingga rata”. Sedangkan pada mandi janabat disebutkan, “Kemudian tuangkanlah (air) ke atas kepalanya, lalu gosoklah kepalanya sampai rata”. Dalam mandi janabah tidak disebutkan “menggosok-gosok dengan keras”. Hal ini menunjukkan bedanya mandi junub dan mandi karena haidh/nifas.

Mandi sesuai masa haid yang juga dikatakan mandi dari hadats besar dapat menghilangkan hadat kecil. Jika seorang wanita akan shalat setelah mandi suci dari haidh maka tidak perlu berwudhu sebagaimana wudhu jika akan shalat karena hadast kecilnya telah hilang dengan sebab mandi suci dari haidh.

 

Hal hal yang dimakruhkan dalam mandi

Pertama: Mandi di tempat yang mengandung najis, karena dikhawatirkan najis tersebut akan mengenai tubuhnya.

Kedua: Mandi di air yang tidak mengallir. Hal itu didasarkan pada sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam:

“Janganlah salah seorang di antara kalian mandi dalam air yang tidak mengalir, sementara pada saat itu ia dalam keadaan junub.” (HR. Imam Muslim)

Ketiga: Dimakruhkan berlebih-lebihan dalam penggunaan air, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam:

لاَ تُسْرِفْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهْرِ جَارٍ

“Janganlah kalian berlebih-lebihan di dalam menggunakan air, meskipun pada saat itu berada di sungai yang airnya mengalir.”

(HR. Ibnu Majah)

Demikian yang telah Allah subhanahu wa ta’ala melalui lisan rasul-Nya. Semoga Allah senantiasa menerima amal perbuatan kita.

 

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

Ya Rabb kami, terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Penulis: Ummu Faqih

Muroja’ah: M. A. Tuasikal

Artikel www.remajaislam.com

 

 

Maraji’:

Kitab Tanbihat ‘ala akhkamu takhtasu bilmu’minat karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan.

Buku “Fikih Wanita Edisi Lengkap” (terjemah dari Al- Jami’ fii Fiqhi An-Nisa’) oleh Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah, penerbit Pustaka Al Kautsar, November 1998.

Buku “Problema Darah Wanita” (terjemah dari Risalah fid-Dima ath-Thabi’iyah lin-Nisa) oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin penerbit Ash-Shaf Media.

Artikel Sebelumnya

Ibadah yang Sia-Sia Karena Syirik dan Bid’ah

Artikel Selanjutnya

Keyakinan Keliru “Tuhan Di Mana-Mana”

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Related Posts

Jarak Disebut Safar yang Boleh Qashar Shalat
Fiqih Remaja

Qashar Shalat, Harus 80 Kilometer Dulu Baru Bisa?

oleh Ahmad Anshori
07/08/2025
mabahits_remajaislam.com
Fiqih Remaja

Zakat Untuk Penuntut Ilmu, Apakah Mereka Berhak Menerimanya?

oleh Ahmad Anshori
19/07/2025
Riba Emas_remajaislam.com
Fiqih Remaja

Hutang Emas, Harga Dulu atau Sekarang, Bro?

oleh Ahmad Anshori
16/07/2025
Hukum Menamai Kucing
Fiqih Remaja

Bolehkah Kucing Kita Bernama Zakariya?

oleh Ahmad Anshori
13/07/2025
Fiqih Remaja

Jangan Lewat Depan Orang yang Lagi Shalat, Ya!

oleh Ahmad Anshori
28/06/2025
Artikel Selanjutnya
lalai ilmu agama

Keyakinan Keliru "Tuhan Di Mana-Mana"

Comments 18

  1. Zahratulmakiyah says:
    11 years ago

    Assalamualaikum ……
    Apakah orang yang sedang haid boleh mandi kerAmasan??
    kan dalam Islam orang haid tidak boleh membuang rambut apa Kah itu benar?
    Terima kasih
    Wassalamuaalaikum

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      11 years ago

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Boleh mandi keramasan.
      Boleh membuang rambut.

      Sent from my iPad Air

      Reply
  2. Alisya Putri Yudistira says:
    11 years ago

    assalamualaikum..
    niat mau bebersih sesudah haid apa niatnya?
    terimakasih.
    wassalamualaikum

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      11 years ago

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Niat cukup dlm hati.

      Reply
      • Dhe Sastra Sas says:
        10 years ago

        Assalamualaikum..maaf ketika mandi bersih junub maupun haid..cara nya di saat air menyentuh tubuh apakah bareng dgn doanya mohon blsny…

        Reply
        • Muhammad Abduh Tuasikal says:
          10 years ago

          Wa’alaikumussalam. Doa apa yang dimaksud?

          Reply
  3. jene says:
    11 years ago

    Assalamu Alaikum wr.wb.
    Maaf sebelumnya niat mandi wajibnya yang benar apa ya..???

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      11 years ago

      Niat cukup dlm hati.

      Sent from my iPad Air

      Reply
  4. tina says:
    11 years ago

    assalamualaikum ….
    gimana hukumnya jika kita sudah mandi bersih ternyata hari ke 7
    haid,dikiranya sudah bersih,tapi ternyata ada flek coklat2?mohon
    jawabannya syukran.

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      11 years ago

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Berarti sblmnya blm suci, harus tunggu sampai flek berhenti baru mandi lagi.

      Reply
  5. Qorina says:
    11 years ago

    Assalamu’alaykum warrahmatullahi wabarakatuh
    Setelah mengetahui hal ini apa kita harus mengulang mandi haidh? Bagaimana dengan sholat fardhunya, apa jg harus diulangi
    Jazakumullah khairan katsir
    Wassalamu’alaykum

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      11 years ago

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Mandi tetap dikatakan sah jk badan seluruhnya terguyur air.

      Reply
  6. Lita annisa fitriah says:
    10 years ago

    Assalamualaikum Wrb.
    Jika kita mandi wajibnya begini, mandi biasa terlebih dahulu selayak nya mandi sehari-hari, setelah itu niat mandi wajib yang terakhir berwudhu apakah itu sah juga . Trimakasih
    Wassalamualaikum Wrb.

    Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      10 years ago

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Baca di sini: http://rumaysho.com/thoharoh/tata-cara-mandi-wajib-1-1118.html

      Reply
    • Muhammad Abduh Tuasikal says:
      10 years ago

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Baca di sini: http://rumaysho.com/thoharoh/tata-cara-mandi-wajib-1-1118.html

      Reply
      • delvina fs says:
        10 years ago

        Asalammualaikum
        Sy mau tanya apakah niat mandi hadist besar beda dg niat mandi haid dan mandi bersetubuh ? Tidak kah niat mandi hadist besar sdh mencakup niat mandi haid
        dan niat mandi bersetubuh
        Mohon bimbingan nya

        Reply
        • Muhammad Abduh Tuasikal says:
          10 years ago

          Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

          Niatnya sama2 mandi.

          Reply
          • delvina fs says:
            10 years ago

            Jadi tidak ada masalah ya mas ..
            Pada tanggal 28 Sep 2015 19.35, “Disqus” menulis:

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prove your humanity: 7   +   6   =  

  • 914.8k Followers
    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

Artikel Terbaru

flower_remajaislam.com

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah, Kisah Cinta Islami yang Penuh Barakah

29/08/2025
Raudhah_remajaislam

Masa Remaja Nabi Muhammad ﷺ, Pemuda yang Bersih, Jujur, dan Dijuluki Al-Amīn

29/08/2025
Kuburan Nabi_remajaislam

Nasab, Kelahiran, dan Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad ﷺ

29/08/2025
Masjid Nabawi_remajaislam.com

Belajar Sīrah Nabi Muhammad ﷺ, Teladan Hidup, Sejarah, dan Hikmah untuk Kita

29/08/2025

Categories

  • Akhlaq Mulia
  • Amalan
  • Aqidah
  • Cinta
  • Dunia Islam
  • Fiqih Remaja
  • Hidayah Kamu
  • Iptek
  • Jalanku
  • Kajian Al Quran
  • Kajian Remaja
  • Kisah Teladan
  • Menata Hati
  • Mutiara Islam
  • Nasehat
  • Pojok Muslimah
  • Pra Nikah
  • Resensi
  • Tips
  • Uncategorized

Don't miss it

flower_remajaislam.com
Kisah Teladan

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah, Kisah Cinta Islami yang Penuh Barakah

29/08/2025
Raudhah_remajaislam
Kisah Teladan

Masa Remaja Nabi Muhammad ﷺ, Pemuda yang Bersih, Jujur, dan Dijuluki Al-Amīn

29/08/2025
Kuburan Nabi_remajaislam
Kisah Teladan

Nasab, Kelahiran, dan Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad ﷺ

29/08/2025
Masjid Nabawi_remajaislam.com
Kisah Teladan

Belajar Sīrah Nabi Muhammad ﷺ, Teladan Hidup, Sejarah, dan Hikmah untuk Kita

29/08/2025
Tweet Lebaran: Semoga Tidak Seperti Ini Bada Ramadhan
Akhlaq Mulia

Nasihat kepada Pemimpin dalam Islam, Dalil, Adab, dan Hikmah

29/08/2025
Istri Sampai Cemburu pada Buku Dibanding Istri Madu
Aqidah

Dua Jenis Hisab di Hari Kiamat

29/08/2025

Membangun remaja islami menuju masyarakat madani yang sukses.

Kategori

  • Akhlaq Mulia
  • Amalan
  • Aqidah
  • Cinta
  • Dunia Islam
  • Fiqih Remaja
  • Hidayah Kamu
  • Iptek
  • Jalanku
  • Kajian Al Quran
  • Kajian Remaja
  • Kisah Teladan
  • Menata Hati
  • Mutiara Islam
  • Nasehat
  • Pojok Muslimah
  • Pra Nikah
  • Resensi
  • Tips
  • Uncategorized

Tag

akhlak nabi al quran amalan lailatul qadar amalan ramadhan anjuran menikah bakti orang tua cara shalat cinta dosa anak muda fikih puasa haji i'tikaf ilmu istighfar kajian al quran kisah nabi kultwit lailatul qadar madinah makkah mengaji al quran menikah meninggalkan shalat menuntut ilmu Motivasi nikah pacaran pembatal puasa pemuda persiapan nikah puasa Rasul sang pendidik sedekah Self development Self motivated Shalat sombong status twitter rumayshocom style anak muda tafsir tanah suci taubat umrah ushul fikih zina

Artikel Terbaru

flower_remajaislam.com

Pernikahan Nabi Muhammad ﷺ dengan Khadijah, Kisah Cinta Islami yang Penuh Barakah

29/08/2025
Raudhah_remajaislam

Masa Remaja Nabi Muhammad ﷺ, Pemuda yang Bersih, Jujur, dan Dijuluki Al-Amīn

29/08/2025
Kuburan Nabi_remajaislam

Nasab, Kelahiran, dan Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad ﷺ

29/08/2025

© 2019 Remajaislam - Remaja Islam Mau Mengenal Islam.

No Result
View All Result
  • Home
  • ISLAM DASAR
    • Aqidah
    • Jalanku
    • Fiqih Remaja
    • Menata Hati
    • Akhlaq Mulia
    • Pojok Muslimah
    • Kisah Teladan
    • Amalan
    • Nasehat
  • GAYA MUDA
    • Cinta
    • Pra Nikah
  • DUNIA MUDA
    • Tips
    • Iptek
    • Dunia Islam
    • Hidayah Kamu
    • Resensi
  • BUKU TAMU

© 2019 Remajaislam - Remaja Islam Mau Mengenal Islam.