Panduan Shalat Tarawih (Kultwit)

by • 08/06/2016 • Fiqih RemajaComments (0)2760

01- #shalat_tarawih itu sama dengan shalat malam, namun ini khusus dilakukan di bulan Ramadhan. Jadi statusnya sama seperti shalat malam.

02- #shalat_tarawih hukumnya sunnah atas dasar sepakat ulama. Disunnahkan lakukan berjamaah. Baiknya juga shalat ini dijaga satu bulan penuh

03- Rasul bersabda, Siapa yg melakukan qiyam Ramadhan (#shalat_tarawih) atas dasar iman dan mengharap pahala, dosa yg lalu diampuni.

04- Lalu jumlah rakaatnya berapa? Kalau ane sih lebih memilih shalat tarawih itu tidak dibatasi jumlah rakaatnya, jadi boleh 11 atau 23.

05- Kenapa bisa? Bisa aje, karena Rasul tidak pernah membatasi. Rasul tdk melarang jk lebih dari 11. Cuma Rasul memang tdk pernah lbh dr 11.

06- Juga Rasul menyatakan ketika ditanya shalat malam, beliau jawab: shalat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam tanpa dibatasi 11.

07- Alasan lain, kita diperintah untuk banyak sujud, makin banyak sujud berarti makin dekat dengan Nabi.

08- Juga 23 rakaat ada di masa Umar bin Khattab ketika beliau memerintah Ubay bin Ka’ab untuk melakukan #shalat_tarawih secara berjamaah.

09- Intinya 11 atau 23 rakaat itu tidak masalah. Yg masalah tentu yg tidak shalat. Hmmmm

10- Namun catatan penting yg perlu dipahami, #shalat_tarawih tentu harus memenuhi rukun, di antara rukun adalah thuma’ninah.

11- Thuma’ninah itu artinya TIDAK NGEBUT. Bagaimana bisa thuma’ninah kalau rakaatnya lebih dari 11 namun selesai dlm 7 menit.

12- Lalu #shalat_tarawih ditutup dengan shalat witir dengan rakaat yg ganjil, bisa dg satu atau tiga rakaat (pola 2-1 atau 3 langsung).

13- Yg terakhir nih, sering ditanya, bagaimana jika kita ingin shalat tahajud lagi padahal sudah tutup dg witir di shalat tarawih?

14- Tetap boleh, karena jumlah rakaat shalat malam tidak dibatasi. Jg karena Nabi pernah shalat dua rakaat padahal sudah menutup dg witir.

15- Namun ingat tidak boleh ada dua witir dalam satu malam. Jadi tahajud setelah bangun tidur masih boleh, walau sblmnya sudah tutup witir.

16- Sudah dulu yah … Semoga bermanfaat. Ane lanjut safar lg dari Bula ke Lastetu menempuh waktu 12 jam. Doakan ane biar lancar dan mudah.

17- Ditulis di Bula, Seram Bagian Timur, malam 28 Syaban 1437 H @RumayshoCom.

Follow Twitter RumayshoCom dan ikuti artikel islam di Rumaysho.Com

Muhammad Abduh Tuasikal

 

Artikel RemajaIslam.Com

Pin It

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *