Ada jaket kulit impor dari barat yang notabene negara kafir, apakah boleh dipakai? Dalam keadaan kita tidak tahu apakah jaket tersebut terbuat dari kulit hewan yang suci atau najis seperti babi.
Baca juga:
Hati-Hati Milih Tas Kulit, Jaket Kulit, Ini Mesti Dipahami
Komite Fatwa Kerajaan Saudi Arabia; Al-Lajnah Ad-Daimah pernah ditanya persoalan ini:
ماذا ترون – أطال الله بقاءكم في خدمة الدين ـ في الحزامات والأحذية والمعاطف الجلدية المصنوعة في الغرب ؛ فهل يجوز لنا ارتداؤها أو لا يجوز ، بحيث لا نعرف كنه طهارتها : أهي من حيوان مذكى ، أو من خنزير ؟ “
“Apa pendapat Anda – semoga Allah memperpanjang usia Anda dalam pelayanan agama – tentang sabuk, sepatu, dan mantel kulit yang dibuat di Barat? Apakah boleh kita memakainya atau tidak, mengingat kita tidak tahu apakah kulitnya suci: apakah dari hewan yang disembelih dengan cara syar’i, atau dari babi?”
Para ulama Al-Lajnah Ad-Daimah menjawab:
الأصل الطهارة وجواز لبسها حتى يثبت ما يوجب الحكم بنجاستها وتحريم لبسها ، من كونها من جلد خنزير ، أو من حيوان غير مذكى ذكاه شرعية ولم يدبغ
“Asalnya adalah suci dan boleh dipakai sampai ada bukti yang menunjukkan bahwa benda tersebut najis dan haram dipakai, seperti jika berasal dari kulit babi, atau dari hewan yang tidak disembelih secara syar’i dan belum disamak.”
Jadi, selama tidak memperoleh info yang valid tentang bahan jaket adalah kulit babi atau kulit hewan yang najis lainnya, maka jaket tersebut dihukumi suci. Dasarnya adalah sebuah kaidah fikih:
الأصل في الأشياء الطهارة
“Hukum asal segala sesuatu adalah suci.”
Artinya, segala benda atau tempat yang ada di alam ini dihukumi suci hingga ada info yang valid memberi tahu bahwa ada najis yang mengenainya sehingga statusnya berubah menjadi najis.
Jawaban ini juga berlaku pada tas, sabuk, dompet kulit dll yang didatangkan dari negeri-negeri kafir.
Wallahua’lam bis showab.
Penulis: Ahmad Anshori
Artikel: Remajaislam.com