Bismillah…
Kita lanjutkan membahas hadis ini:
Dari sahabat Jabir bin Abdillah -radhiyallahu’anhu-, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
يأكل أهل الجنة فيها، ويشربون، ولا يتغوطون، ولا يمتخطون، ولا يبولون، ولكن طعامهم ذلك جشاء كرشح المسك، يلهمون التسبيح، والتكبير، كما تلهمون النفس
“Penghuni surga makan dan minum namun tidak mengeluarkan ingus dan tidak mengeluarkan kotoran besar dan tidak pula kencing, makanan mereka menjadi sendawa (dan keringat) baunya seperti bau minyak kesturi. Nafas mereka adalah tasbih dan takbir, layaknya manusia bernafas di dunia.” (HR. Muslim, no. 2835)
Pelajaran dari hadis di atas:
Hadis di atas menunjukkan bahwa penduduk surga tidak akan mengalami buang hajat dengan keluar cairan ingus atau cairan yang menjijikan lainnya seperti saat di dunia. Ini selaras dengan kabar yang di sampaikan oleh sebuah ayat Al-Quran,
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zukhruf: 71)
Jadi segala yang ada di surga adalah kenikmatan untuk jiwa dan raga, nikmat dirasakan dan nikmat dipandangan. Aktivitas-aktivitas buang hajat atau keluarnya cairan-cairan yang dipandang jijik dari tubuh manusia tentu tidak sejalan dengan sunnatullah di surga yang telah dikabarkan di dalam ayat suci ini.
Lantas bagaimana proses pembuangan makanan yang dikonsumsi yang terjadi penduduk surga?
Diterangkan dalam hadis di atas,
ولكن طعامهم ذلك جشاء كرشح المسك
“Makanan mereka menjadi sendawa (dan keringat) baunya seperti bau minyak kesturi.
Makan yang mereka konsumsi akan dibuang berupa sendawa. Berdasarkan hadis ini, sendawa di surga berfungsi seperti fungsi buang hajat di dunia. Tentu sendawa di dunia adalah aktivitas yang tidak disukai, karena seringkali menimbulkan bau yang tak sedap. Saat orang sendawa ia berusaha menutup dengan kain atau tangannya, karena ia menyadari ia tak nyaman dengan bau tidak sedap yang keluar dari mulutnya. Namun, sendawa di surga adalah keindahan dan kelezatan, Nabi menerangkan di dalam hadis di atas bahwa sendawa penduduk surga akan mengeluarkan aroma wangi minyak kasturi.
Dalam hadis yang lain diterangkan, makan penduduk surga akan dikeluarkan dalam bentuk keringat yang amat wangi,
لا يبولون ولا يتغوطون ، وإنما هو عرق يجري من أعراضهم مثل المسك
“Penduduk surga tidaklah kencing, tidak juga buang air besar. Tapi proses itu akan menjadi keringat sewangi kasturi yang akan keluar dari tubuh mereka.”
Subhallah…
Semoga kita termasuk hambaNya yang menjadi penghuni surga.
Referensi:
- As-Sabt, Kholid bin Utsman. حديث «يأكل أهل الجنة فيها..»، «أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت..». Retaived form: https://khaledalsabt.com/explanations/3061/…
Penulis: Ahmad Anshori
Artikel: Remajaislam.com