Tak Ada Mahabarata di Rumah Kita

by • 17/10/2014 • AqidahComments (11)5818

Cerita Mahabarata Menurut Islam Sejarah Mahabharata Menurut Islam Cerita Mahabrata Menurut Islam Kisah Mahabrata Menurut Islam Mahabharata Menurut Pandangan Islam

 Moga tak ada tontonan Mahabarata di rumah kita …

Sungguh tak layak bagi keluarga muslim untuk menyetiakan diri di depan layar televisi sambil bersimpuh khusyu’ menonton Mahabarata, Khrisna, Mahadewa, dan sejenisnya yang merupakan parade kisah sesembahan-sesembahan orang musyrik. Ini adalah virus akidah yang tak layak berakar di beranda rumah seorang muslim yang meyakini hanya Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang berhak disembah dengan benar.

Sungguh kisah-kisah fiktif yang merupakan rentetan kisah yang mereka dewakan bukanlah nutrisi, madu atau susu yang harus disuplai di hadapan anak-anak termasuk di hadapan orang tua sendiri. Suapan-suapan kisah yang ada justru akan menjadi virus yang akan menghantam jantung akidah seorang muslim.

Rasanya begitu memilukan sekiranya keluarga muslim menjadi hamba bagi kisah fiktif Mahabarata. Mereka menyediakan dan mengkhususkan waktu untuk mendengar, menonton dan menikmati kisah dusta lagi kufur.

Tak ada risih. Tak ada rasa malu terhadap mushaf al-Quran yang ada di rak. Tak ada malu terhadap al-Qur’an yang tersimpan dalam dada. Tak ada risih terhadap maksiat yang diperagakan oleh artis India itu. Begitu asyik dan begitu menikmati.

Kesetiaan mereka untuk duduk di majelis tontonan ini menandakan adanya ketertarikan terhadap kisah yang ada. Dewa dan anak dewa yang ditokohkan oleh lelaki dan wanita yang mempertontonkan aurat telah mampu menarik hati sebagian kaum muslimin.

Bagaimana mungkin keluarga muslim duduk asyik mencerna potongan-potongan kisah orang musyrik?

Di manakah wibawa bulan-bulan haram yang mestinya dimuliakan? Kenapa justru membiarkan kisah Mahabarata menjadi suapan dan tuntutan?

Di manakah kewibawaan tauhid yang bersarang di dada sehingga tak mampu beranjak dari hadapan layar kaca?

Sungguh, kesempurnaan tauhid tergapai apik dengan meninggalkan sesembahan lain termasuk kisah picisannya. Ketika Islam mengharamkan parade ritual kesyirikan yang dilakoni millah lain maka Islam mengharamkan pula kaum muslimin untuk larut dalam kisah-kisah mereka.

Allah berfirman:

فاجتنبوا الرجس من الأوثان واجتنبوا قول الزور

. . .Maka jauhilah penyembahan berhala yang najis itu dan jauhilah pula qaula az-zur.” (QS al-Hajj: 30)

Para ulama menyebutkan bahwa makna “qaul az-zur” adalah semua ungkapan-ungkapan yang diharamkan termasuk pula ungkapan dusta. Para ulama juga menjadikan tontonan terhadap “qaul az-Zur” adalah hal yang haram.

Lihatlah Allah menggandengkan larangan terhadap “qaul az-zur” dengan larangan menjauhi sesembahan dan berhala. Anehnya, justru sebagian kaum muslimin menjadikan kisah Mahabarata dan sejenisnya yang lebih dari “qaul az-zur” sebagai hiasan mata dan telinga di depan layar kaca.

Rumah kita adalah rumah cahaya yang dipenuhi dengan binar dan kemilau ilmu dan amal. Rumah kita adalah bahtera untuk menyelematkan penghuninya dari terpaan ganasnya gelombang fitnah sehingga kelak berlabuh syahdu di taman Surga dengan kehendak Allah Rabb alam semesta.

Rumah kita adalah rumah al-Qur’an yang di dalamnya terbaca ayat-ayat Allah agar terpahami dengan baik titah-titah Rabb hingga menjadi pedoman untuk mengukuhkan iman di musim kemarau yang menggersangkan mata air takwa.

Rumah kita adalah rumah al-Qur’an yang ayat-ayatnya terlantukan oleh para penghuninya agar qalbu tersirami dengan Kalam Rabbina bak musim hujan yang menyirami pohon-pohon hingga ia menyemikan bunga-bunga iman.

Rumah kita adalah madrasah mini yang didalamnya dibacakan hadits-hadits yang merupakan konsep hidup sang nabi shllallahu ‘alaihi wasallam hingga para penghuninya memahami dengan baik bahwa sang nabi adalah teladan dalam segala lini kehidupan ini.

Tak ada teladan lain selain keteladan yang pernah diperagakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam. Tak ada sosok lain yang lebih mengagumkan dan layak dikagumi selian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam. Tak ada kisah lebih heroik yang pernah terkisahkan di muka bumi sepanjang masa dibandingkan kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam.

____

Kebun Nanas, Jakarta Timur, 21 Dzulhijjah 1435 H

Penyusun: Fachriy Aboe Syazwiena

Artikel RemajaIslam.Com

Mahabarata Verai Islam Mahabaratta Menurut Islam Mahabharat Dari Pandangan Ulama Mahabarata Mnurut Islam Mahabarata Menurut Ulama

Pin It

Related Posts

  • Abu Yusuf

    Bismillah. Alhamdulillah tidak ada TV di rumah salafiyyin. Salafiyyin mencukupkan diri dengan MP3 dan radio.

    • Pemula

      salaf

    • Muhammad Nur

      السلام عليكم
      Terus kalau mau nonton rodja tv giamana akhi?

  • Steve

    Kalo tdk mengerti soal agama mending gak usah ngomong jangan asal bicara mulut jeplak entar tuh mulut bisa kena lempar sandal hati2 kalo ngomong diatur tuh colok

  • Nurtin Pakaya

    menurut saya ,, menonton itu boleh saja ,.. Hanya saja tergantung dari diri kita sendiri terhanyut oleh tontonan itu atau malah lebih meningkatkan keimanan kita terhadap agama Allah (islam) .

  • Heru Subroto

    Sebenarnya untuk menjadi musyrik itu seperti apa ya?……..yg lebih parah lagi, itu loh.,kok tidak ada yg memberondongi koruptor itu kapir, pencuri, menuhankan uang akhirnya jadi kaya’ gitu. Itu musyriknya musyrik loh

  • islamremaja

    bismillah, gimana klo suka nonton tpi tidak terpengaruhi ?
    kayakinan masih pada allah, serial tv mahabrata itu bagi saya hanya sebuah tontonan dan saya hanya mengambil nilai positif

  • islamremaja

    kalau misal nya nonton jodha akbar gimana tuh?
    sedangkan disitu ratu jodha menganut agama hindu dia slalu memuji dewa khrisna sedangkan di situ ada aliran islam ? apakah boleh atau tidak film josha akbar untuk di tonton

    • Abdullah

      Hindari aja ceritanya boongan tuh

  • Kandaryana Dn

    Gitu aja report